Kamu Indonesia Banget Kalau... | Berit Renser

Kamu Indonesia Banget Kalau…

Aku sempat dimintai rekomendasi oleh sebuah lembaga kursus bahasa untuk mencari bule pengajar bahasa Inggris. Aku sebut tiga orang asing yang kukenal dan menurutku cocok untuk mengajar.

“Ada temanku orang Afrika Selatan. Bahasa ibunya Inggris. Sempurna lah.”
“I see, orangnya seperti apa?”
“Tinggi, keriting, langsing, dan kulitnya hitam….”
“Mmmmmmm, ada yang lain?”
“Ada kok. Yang ini cewek, blasteran Australia dan Indonesia. Bahasa Inggrisnya nyaris sempurna. Tapi umurnya muda banget….”
“Orangnya seperti apa?” “Mirip orang Indonesia.”
“Nggak jadi deh. Ada yang lain?”
Aku kaget sekaligus menebak-nebak: apa betul yang dia maksud ‘BULE TULEN 100 PERSEN’?
Kutawarkan pilihan terakkir-kali ini agak kacau memang.
“Oke, cowok, kulit putih asal Ukraina, tinggi, rambut pirang, mata biru. Masalahnya: bahasa Inggrisnya jelek banget!”
“Perfect! Aku bisa minta nomornya?”

Ketika aku tanya mengapa mereka tidak mengambil pilihan pertama: orang Afrika Selatan yang bahasa Inggrisnya sempurna, ia menjawab, “Biasanya, native speaker itu ya orang kulit putih.”

Kamu Indonesia Banget Kalau…

Aku sempat dimintai rekomendasi oleh sebuah lembaga kursus bahasa untuk mencari bule pengajar bahasa Inggris. Aku sebut tiga orang asing yang kukenal dan menurutku cocok untuk mengajar.

“Ada temanku orang Afrika Selatan. Bahasa ibunya Inggris. Sempurna lah.”
“I see, orangnya seperti apa?”
“Tinggi, keriting, langsing, dan kulitnya hitam….”
“Mmmmmmm, ada yang lain?”
“Ada kok. Yang ini cewek, blasteran Australia dan Indonesia. Bahasa Inggrisnya nyaris sempurna. Tapi umurnya muda banget….”
“Orangnya seperti apa?” “Mirip orang Indonesia.”
“Nggak jadi deh. Ada yang lain?”
Aku kaget sekaligus menebak-nebak: apa betul yang dia maksud ‘BULE TULEN 100 PERSEN’?
Kutawarkan pilihan terakkir-kali ini agak kacau memang.
“Oke, cowok, kulit putih asal Ukraina, tinggi, rambut pirang, mata biru. Masalahnya: bahasa Inggrisnya jelek banget!”
“Perfect! Aku bisa minta nomornya?”

Ketika aku tanya mengapa mereka tidak mengambil pilihan pertama: orang Afrika Selatan yang bahasa Inggrisnya sempurna, ia menjawab, “Biasanya, native speaker itu ya orang kulit putih.”